cara yang termudah

Pertanyaannya yaitu bagaimana membedakannya? ; atau – bagaimana menghasilkan bunyi atau nada itu?
Ketidaksamaan bunyi yang disebut cuma dapat dipahami bila kamu selalu menggesek senar biola kamu hehehe, maksud aku yaitu rajin berlatih serta selalu berlatih sampai kamu bakal mengerti ketidaksamaannya.

Untuk membuahkan nada/bunyi gesekan yang bagus, tehnik menggesek tak terbatas cuma pada postur tangan serta gesekan yang lurus saja (saksikan Tehnik Gesekan 1), namun “tekanan pada bow” harus juga kamu cermati. desakan? : cobalah lakukan dahulu tiga poin tersebut :

Catatan : Yakinkan dahulu rambut bow telah dikencangkan seperlunya (pakai screw tension bisa di baca pada artikel Langkah Memakai Rosin Serta Bow), lalu :

◘ Tempatkan bow di dalam (betul-betul di dalam).

◘ Ini “cara yang termudah” yakni : pakai jari telunjuk kamu yang ada di atas grip untuk menghimpit stick, serta cermati kalau bow hair sudah menyentuh kayu.

◘ Lalu kendurkan separuh dari desakan tadi serta pertahankan desakan itu.

Bila kamu tahu ketiga poin di atas?, tersebut yang aku maksud dengan “tekanan pada bow”. Saat ini lakukan dengan menggesek senar (namun ketika digesek janganlah ditekan hingga terkena kayunya oke? Hehe kasihan sama rambut bow-nya).

Desakan Pada Bow
Untuk melatih desakan pada bow, geseklah senar ke bawah serta ke atas (turun–naik) dengan cara berkali-kali dengan memakai keseluruhnya bow yakni dari mulai pangkal sampai ujung – dalam tempo tengah. Pakai cuma satu senar saja, mungkin saja senar D (open string/tak ditekan), serta yakinkan posisi bow tetaplah lurus.

@ Awalilah menggesek ke bawah (turun) dari pangkal bow – tidak ada desakan dari jari, lalu :

1) Waktu gesekan (bow) ada pada ruang tengah, berikanlah “sedikit” desakan.
2) Waktu bow ada pada ruang ujung, berikanlah desakan yang lebih kuat dibanding waktu bow digesek di ruang tengah.

@ Teruskan gesekan kembali dari ujung menuju pangkal bow dengan tetaplah menjaga desakan (poin 2), serta waktu ada di ruang tengah, kurangi desakan, lalu :

3) Saat bow ada pada ruang pangkal, desakan butuh dikurangi lagi atau lebih sedikit dibanding dengan desakan pada ruang tengah ; atau = biarlah desakan di ruang pangkal dibantu oleh “berat dari frog” serta tangan, hingga telapak tangan serta jari cuma mempunyai pekerjaan untuk mengontrol atau “menyetir” posisi bow supaya tetaplah lurus, serta kamu bisa rasakan jari kelingking bertindak untuk menahan berat dari ujung bow.
4) Teruskan gesekan kembali dari pangkal menuju ujung bow sesuai sama langkah yang telah dijelaskan (ulangilah lagi dari poin nomer 1).

@ Kerjakan latihan ini pada semuanya senar tanpa ada ditekan oleh jari, umpamanya dari mulai senar G, lantas menyusul D, lantas A, serta paling akhir senar E.

Jika kamu jemu cuma menggesek satu senar saja, coba berlatih dengan menggesek dua buah senar sekalian namun senar tetaplah tak ditekan oleh jari (tetaplah open strings), umpamanya senar A serta E digesek berbarengan, atau senar G serta D, atau senar D serta A.

Nah, bila besar kecilnya desakan pada bow bisa “diilustrasikan” dalam satu persentase (persen), kurang lebih begini ilustrasinya.

Tiap-tiap desakan pada bow mesti dilatih selalu supaya kamu bisa mengerti kapankah desakan pada bow butuh dikerjakan, sampai selanjutnya desakan pada bow bakal jalan dengan cara automatis.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s