3 Kritik dalam tari

3. Kritik dalam tari
Kritik tari satu disiplin kritik mempunyai pengertian tak jauh berbada dengan pengertian kritik biasanya. Sebagian pakar sudah mendeskripsikan pengertian kritik seperti berikut :
a. Edi Sedyawati, kalau kritik jadi sisi yang tumbuh dengan cara beriringan untuk tingkatkan sistem kreaif. Artinya kritik begitu diperlukan untuk tingkatkan kwalitas karya tari (koreogafi). Edy Sedyawati mengerti kritik tari sebagai satu usaha yang mengarahkan disiplin kritik untuk memberi motivasi, rangsangan, serta sekalian sebagai fasilitas tingkatkan mutu koreogrfi.
b. Bagong Kussudiardjo, seperti berikut Kritik tari yaitu memberi jalan untuk lebih lancer memajukan dan tingkatkan nilai seninya, juga mengingatkan kekeliruan yang di buat oleh seseorang penari, pencipta tari, serta ahlil tari.
c. Pendapat yang lain bisa dikaji dari pendangan Edmund Burke Feldman dalam bukunya : Art as image and Inspirasi. Maksud paling utama dari kritik yaitu tingkatkan pengertian serta kesenangan yang didapatkan dari karya seni, lewat pengkajian (penelaahan) yang mendalam mengenai sebab-sebab kesenangan dirasa oleh nikmat karya seni.
d. pengalaman estetik Stolnitz (1966) yang diambil oleh HB Sutopo seperti berikut kritik seharusnnya berbentuk kesibukan pelajari yang melihat seni sebagai objek untuk pengalaman estetik. Pengalaman itu dibuat lewat kajian cermat atas kerya seni.
e. pandangan Flaccus (1981) yang merumuskan kritik sebagai satu studi detil serta apresiatif mengenai kerya seni. Dari pendangan ini, di satu segi kritik adalah kepercayaan serta semangat yuang semakin besar dari logika seseorang pencinta seni yang berupaya mensupport karya, tengah di segi lain ia meruapakan analisa cendikia serta cermat atas kerya seni dibarengi beragam tafsir dengan sebagian argumennya
f. S. D. Humardani mengerti kritik sebagai satu riset tentang berbagai macam tanda-tanda dari beragam pojok pada kerya atau kekaryaan seni dalam kehidupan seni. Usaha satu kritik yaitu buka jalan untuk mengerti serta memastikan, atau mendudukan mana yang semestinya berlangsung dalam penyajian satu kerya seni dengan cara bertanggungjawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s